Friday, April 15, 2016

Bersedekah dengan SAMPAH?



Sabtu sore merupakan hari yang sibuk bagi sebagian pemuda Klumprit, sebuah kampung kecil yang secara administratif masuk wilayah Dusun Nogosari. Kesibukan yang baru berjalan kurang lebih tiga bulan ini adalah berkeliling kampung ke rumah-rumah warga Klumprit khususnya rt 05 untuk mengambil sampah. Sampah yang selama ini kerap di buang di sungai ataupun dibakar, oleh pemuda Klumprit dikumpulkan untuk kemudian dipilah-pilah berdasarkan jenisnya. Selanjutnya dikumpulkan di sebuah tempat atau bank sampah. Tidak semua sampah dikumpulkan hanya plastik dan kertas kering serta logam-logam saja yang sementara ini dikumpulkan.
Karena kegiatan ini bersifat sosial tidak semua pemuda yang ada dikampung Klumprit ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Namun siapa saja boleh ikut. Tujuannya adalah untuk membuat lingkungan sekitar menjadi bersih dan membudayakan masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai terutama sampah plastik.

"sampah yang berhasil di kumpulkan dari warga"


Rusyanto (37), selaku salah seorang pengurus mengatakan, “Tidak semua sampah bisa kita tangani, tetapi tujuan awal dari kegiatan ini adalah mengurangi volume sampah yang dibuang di sungai terutama sampah plastik.” Ketika ditanyakan mau diapakan sampah – sampah yang terkumpul, Huda (23) bagian humas mengatakan, “Sampah kita kumpulkan dan dipilah-pilah, yang plastik, kertas, logam, botol, dipisah-pisahkan kemudian kita cari pengepul barang bekas untuk mengambil, lumayan bisa ada pemasukan untuk kas warga yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan maupun pembangunan”, katanya menjelaskan.

Pengurus yang lain lebih jauh lagi ia menjelaskan sistem pengelolaan sampah yang ada di Klumprit, sebagai tahap awal setiap rumah diberikan sebuah bagor (kantong terbuat dari serat plastik) untuk mengumpulakan kertas , plastik , logam , botol yang kering, kemudian hasil dari pengumpulan tadi akan diambil oleh tim yang terdiri dari pemuda setiap hari sabtu. Kemudian pada malam harinya sampah-sampah yang terkumpul tersebut dipilah-pilah berdasarkan jenisnya. Cukup mudah dan sangat sederhana.

"memilah-milah sampah berdasarkan jenisnya"



Untuk sementara sampah-sampah yang diambil dari warga tersebut belum dihargai, istilahnya bisa di sebut sedekah sampah, jadi sedikit berbeda dengan bank-bank sampah yang sudah ada selama ini. Yang mana sampah sampah tersebut bisa dihargai dengan uang, sembako atau bahkan bisa menjadi asuransi kesehatan. Tapi pada hakekatnya sama tujuannya yaitu bagaimana mengelola sampah yang ada agar bisa menjadi manfaat dan mengurangi dampak negatif dari sampah tersebut.




Persoalan sampah memang pelik, tidak hanya di kampung kecil ini, di negara ini, bahkan di segala penjuru dunia. Berbagai macam teori baik dampak negatif maupaun manfaat kecil sampah ini, belum mampu mengurangi produksi sampah yang diakibatkan oleh kegiatan hidup manusia. Namun hal tersebut tidak membuat sebagian orang yang peduli sampah menjadi putus  asa. Seperti langkah kecil yang dilakukan oleh pemuda klumprit ini. Ayo siapa yang mau sedekah sampah? (yolex78@gmail.com)


0 comments: